Pada zaman dahulu di suatu desa di Sumatera Utara hiduplah
seorang petani bernama Toba yang menyendiri di sebuah lembah yang landai dan
subur. Petani itu mengerjakan lahan pertaniannya untuk keperluan hidupnya.
Tampilkan postingan dengan label Legenda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Legenda. Tampilkan semua postingan
Selasa, 16 Oktober 2012
Sabtu, 29 September 2012
MANIK ANGKERAN, ASAL MULA SELAT BALI
Pada zaman dulu
di kerajaan Daha hiduplah seorang Brahmana yang benama Sidi Mantra yang sangat
terkenal kesaktiannya. Sanghyang Widya atau Batara Guru menghadiahinya harta
benda dan seorang istri yang cantik. Sesudah bertahun-tahun kawin, mereka
mendapat seorang anak yang mereka namai Manik Angkeran.
Meskipun Manik
Angkeran seorang pemuda yang gagah dan pandai namun dia mempunyai sifat yang
kurang baik, yaitu suka berjudi. Dia sering kalah sehingga dia terpaksa
mempertaruhkan harta kekayaan orang tuanya, malahan berhutang pada orang lain.
Karena tidak dapat membayar hutang, Manik Angkeran meminta bantuan ayahnya
untuk berbuat sesuatu. Sidi Mantra berpuasa dan berdoa untuk memohon
pertolongan dewa-dewa. Tiba-tiba dia mendengar suara, “Hai, Sidi Mantra, di kawah
Gunung Agung ada harta karun yang dijaga seekor naga yang bernarna Naga
Besukih. Pergilah ke sana dan mintalah supaya dia mau mernberi sedikit
hartanya.”
Langganan:
Postingan (Atom)