Tampilkan postingan dengan label Karya-Ku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Karya-Ku. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Januari 2014

Syair perpisahan

Kenangan
Januari itu bulan pertemuan
Tak ada rasa yang dirasakan
Hanya terbesit kata pujian
Namapun dipendam tak dikenalkan
          Satu minggu penuh kenangan
          Mengikuti pesta yang diadakan
          Memandangnya dengan penuh perhatian
          Hingga sadar punya perasaan
Lambaian tangan merupakan tanda
Kembali ke kota asal tentunya
Terlintas senyum di bibirnya
Berharap bertemu lagi dengannya
Jarak bukan sebagai alasan
Satu kunci hanya kepercayaan
Mungkin itu susah dilakukan
Namun itulah yang dibutuhkan

Senin, 08 Oktober 2012

Puisi-Ku



Uang


            Uang...

            Betapa sulit mendapatkanmu

            Harus membanting tulang terlebih dahulu

            Memeras keringat dengan sekuat tenaga

                           Uang...      
                           Dari terbit fajar hingga terbenam matahari

                           Kami memeras keringat demi mendapatkanmu

                           Demi selembar kertas yang bernominal

            Tak kenal lelah

            Tak kenal waktu

            Dan tak kenal usia

            Semua berjuang demi mendapatkanmu

            Demi bisa menyambung hidup

                            Tak kuasa diriku ini melihat orang-orang

                            Yang kesulitan mendapatkanmu

                            Mereka rela melakukan apa saja

                            Mereka rela mempertaruhkan nyawanya

                            Demi mendapatkanmu

            Kepada sang penguasa jagat raya

            Mudahkanlah hamba-hambamu ini

            Demi menyambung hidup esok hari

Pantun-Ku


Pantun Nasihat

Jalan-jalan ke kota Blitar
Jangan lupa makan dulu
Kalau kamu ingin pintar
Berdo’an dan belajarlah selalu

Pantun Teka-teki

Bermain dengan si Cidas
Si Cidas bermain pensil
Kalau kamu anak yang cerdas
Binatang apa yang paling kecil

Pantun Agama

Cari ikan pakai jala
Dapatnya banyak namun tak laku
Jika kau ingin dapat pahala
Beribadahlah selalu

Pantun Nasib

Jalan-jalan ke Kota Malang
Jangan lupa berdo’a dulu
Kalau kau ingin dapat uang
Bekerja keraslah selalu

Pantun Perkenalan

Beli baju di toko baju
Tokonya dekat dengan gudangnya
Kalu boleh saya tahu
Siapa namamu sebenarnya

Sabtu, 29 September 2012

Puisi-Ku

PERJUANGAN

Telah lama aku berlatih
Dari siang sampai malam
Tak pernah aku berputus asa
Walau itu semua sangat sulit bagiku


                Saat berlatih
                Hanya ada satu kata yang kuharapkan
                Yaitu, JUARA


Saat itu aku dan teman-teman
Datang dengan penuh harap
Juara...
Itulah kata yang selalu ada dalam fikiranku
Kulihat panggung yang cukup menantang


                Banyak orang disana-sini
                Untuk mempersiapkan penampilan terbaiknya

                Satu persatu peserta
                Mulai menunjukkan bakatnya

Juara...
Itulah yang ada dalam benakku saat itu
Namun, semua itu tak seperti yang kuimpikan
Ternyata aku tak menjadi juara

                 Namun, aku tak ingin berputus asa
                 Aku tetap berlatih
                 Walaupun tak menjadi juara
                 Bagiku kalah adalah kemenangan yang tertunda

Si Jamin dan Si Johan

-->
·        Identitas buku :
1.        Judul                             : Si Jamin dan Si Johan
2.      Pengarang                    : Merari Siregar
3.      Penerbit                       : Balai Pustaka
4.     Halaman                        : 102 halaman
·        Nama tokoh dan perwatakan :
1.        Jamin                : Baik hati , penurut , penyabar , rajin , jujur
2.      Johan                : Penurut , pendiam , penyabar
3.      Bertes              : Keras kepala , berani , mudah terbawa pergaulan
4.     Inem                 : Jahat , berani
5.      Mina                 : Baik hati , ramah , bertanggung jawab
6.      Fi                     : Baik hati
7.      Kong Sui           : Baik hati , mudah dihasut
·        Alur :
Alur maju (progresif)
·        Konflik :
Si Jamin dan Si Johan adalah anak yang ditinggal mati oleh ibunya karena sang ibu yang tidak kuat melihat perilaku sang suami , akhirnya sang ayah menikah lagi dan ibu tiri mereka menyuruh mereka untuk meminta – minta.
·        Sinopsis :
Jamin dan Johan adalah anak dari Bertes dan Mina. Bertes memiliki kelakuan yang kurang baik dari sejak mudanya. Pada umur dua puluh satu tahun, dia meninggalkan ibunya yang sudah tua dan janda untuk menjadi serdadu. Bahkan sampai Ibunya meninggal pun Bertes tidak pernah mengirim kabar satu kali pun pada Ibunya.

Beberapa tahun kemudian, Bertes menikah dengan Mina. Mereka memiliki dua orang anak, bernama Jamin dan Johan. Tetapi, walaupun sudah menikah dan mempunyai anak, kelakuan Bertes tidak bertambah baik. Bertes suka berteman dengan orang-orang yang suka mabuk. Oleh karena pergaulan itu, perlahan-lahan Bertes terbawa ke jurang yang dalam. Ia terbiasa meniru perbuatan kawan-kawannya yang suka mabuk. Walaupun sudah berkali-kali Mina menasihati, Bertes tidak pernah mau mendengar. Kelakuan Bertes makin menjadi-jadi dan membuat Mina makan hati dan akhirnya meninggal.

Beberapa hari setelah Mina meninggal, Bertes mengambil Inem menjadi istrinya. Inem pun seorang perempuan yang kurang baik, suka mabuk dan mengisap candu. Uang simpanan Mina yang dahulu dihabiskan membeli candu. Perkakas rumah pun satu demi satu dijual Inem untuk membeli candu. Inem juga berbuat sesuka hatinya kepada Jamin dan Johan. Inem memaksa Jamin meminta-minta setiap hari dan uangnya dihabiskan untuk membeli candu.

Suatu pagi, Inem kembali memaksa Jamin pergi meminta-minta dan mengancam si Jamin agar tidak pulang sebelum mendapatkan sejumlah uang. Si Jamin pun pergi ke tempat-tempat di mana dia biasa mengemis. Sampai jauh malam Jamin belum juga mendapat uang sebanyak yang diminta ibu tirinya. Karena kelaparan dan kelelahan, si Jamin pingsan di depan sebuah toko obat. Esok paginya, pemilik toko obat, Kong Sui dan Istrinya, Nyonya Fi menemukan si Jamin. Mereka menolong si Jamin. Memberinya makan, pakaian, dan uang sebanyak yang diminta ibu tirinya. Lalu si Jamin dibiarkan pulang.

Ketika si Jamin sampai di rumah, uang yang diberikan Kong Sui dan Nyonya Fi diambil oleh Inem. Pakaian yang diberikan pada si Jamin juga hendak dijualnya. Tapi saat si Jamin merogoh kantung celananya, dia menemukan cincin Nyonya Fi di situ, sehingga dia tidak mau melepas celananya. Tapi tidak berapa lama, cincin itu diambil juga oleh si Inem. Sementara itu, Bertes ditahan polisi karena dituduh membunuh orang.

Esok paginya, saat Jamin kembali disuruh meminta-minta, si Johan entah bagaimana berhasil mengambil cincin Nyonya Fi dari Inem. Maka pergilah si Jamin dan si Johan mengembalikan cincin itu. Tetapi di jalan, si Jamin tertabrak trem dan dibawa orang ke rumah sakit. Si Johan yang kebingungan pergi ke tempat Kong sui dan Istrinya lalu menceritakan perihal si Jamin. Nyonya Fi yang kasihan pada Johan dan Jamin mengajak anak itu ke rumah sakit untuk melihat Jamin. Tapi sayang, beberapa saat kemudian si Jamin akhirnya meninggal karena sudah parah dan tidak tertolong lagi.

Setelah si Jamin meninggal, Johan tinggal di rumah Kong Sui dan dibiayai sekolahnya oleh Kong Sui dan Istrinya karena mereka tidak memiliki anak. Sementara itu, si Inem ditemukan mati lemas tenggelam di sungai. Itulah akhir kehidupan si Inem.

       Tiga bulan kemudian, Bertes keluar dari tahanan. Si Bertes menyesali kelakuannya yang turut menyebabkan anak dan Istrinya meninggal. Bertes pergi ke rumah Kong Sui, meminta maaf pada si Johan dan berterima kasih pada Kong Sui dan Istrinya.

Cara membuat Roket Angin Sederhana

-->
Siapkan alat dan bahan, yaitu :
  • Pipa PVC ukuran 3/4 dan 1/2
  • Tutup penyumbat pipa ukuran pipa 3/4 dan 1/2
  • Lak ban hitam
  • Map plastik (untuk mmbuat sayapnya)
  • Lem korea
  • Pentil ban
  • Gergaji besi
  • Keran stopper
  • Solder
  • Gunting
  • Amplas
  • Pompa
  • Plastisin
Selanjutnya adalah cara membuatnya :
Pertama, potong pipa yang ukuran  1/2 (untuk pelontar) sepanjang  1 meter dengan menggunakan gergaji besi.  Setelah itu potong juga pipa ukuran 3/4 sesuai keinginan (untuk badan roket) , tapi jangan terlalu pendek atau terlalu panjang dengan menggunakan gergaji besi juga.
Kemudian, lubangi  penutup pipa ukuran 1/2  dengan menggunakan solder,  dan masukan pentil ban  ke dalam penutup pipa 1/2 yg sudah di beri lubang tadi.
Setelah itu, pasangkan penutup 1/2 ke pipa 1/2 yang sudah di potong.
Pasangkan juga penutup pipa 3/4, selanjutnya guntinglah map plastik untuk sayap pda pipa  3/4 pipa, bentuknya dapat dilihat di bawah ini :
kemudian diatas penutup pipa 3/4 tersebut berilah plastisin dan buat pula kerucut dari map plastik, badan roketpun selesai. (rekatkan dengan lem korea)
Lalu, sambungkan pipa 1/2 ke keran stopper kemudian sambungkan lagi pipa keran stopper dengan pipa ukuran 1/2 lainnya. (rekatkan dengan lem korea)
NB: Kalian bisa memodifikasi bentuk pelontar kalian.  Jangan lupa memeriksa apakah pelontar kalian bocor atau tidak, jika bocor segera beri lem korea. Kalau mau pipanya bisa diamplas.