Rabu, 26 September 2012

Biografi Liliyana Natsir

Lilyana Natsir 
Lilyana Natsir
Berita & Cerita Terkini
Cabang olahraga bulutangkis yang menjadi andalan Indonesia di ajang Olimpiade tak berhasil melanjutkan tradisi medali emas pada Olimpiade London kali ini.Ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang diharapkan meraih emas harus kandas. Pasangan ini tak ingin berlarut-larut dalam kekecewaan atas kegagalan mereka di Olimpiade London 2012. Keduanya mendapatkan pengalaman berharga dari turnamen bergengsi ini dan mengambil banyak pelajaran yang dapat dimanfaatkan untuk mempersiapkan diri lebih baik lagi di turnamen selanjutnya.

Liliyana mengaku kalau bisa saja ini olimpiade terakhir buatnya, bisa juga tidak, namun dia belum berpikir sampai Olimpiade Brasil 2016. Liliyana dan Tontowi akan fokus ke Kejuaraan Dunia 2013, mudah-mudahan bisa bertahan sampai Asian Games 2014.

Meskipun sudah pernah mencicipi rasanya menjadi juara dunia, Liiliyana ternyata mengincar gelar tersebut bersama Tontowi. Pada tahun 2005 dan 2007 pemain putri asal PB Tangkas Specs ini meraih gelar Juara Dunia di nomor ganda campuran bersama Nova Widianto. Mereka juga mendapatkan medali perak di Olimpiade Beijing 2008.

Memang Liliyana sudah pernah jadi juara dunia, tapi bersama Tontowi belum pernah. Dia berharap bersama Tantowi bisa meraih gelar juara dunia. Liliyana belum memikirkan kapan dia mengakhiri karirnya.Dia masih ingin terus bermain sampai dia sudah tidak mampu lagi,baru dia memikirkan untuk pensiun.

Liliyana juga berharap bahwa kegagalannya di Olimpiade London 2012 ini tak mematahkan semangat Tontowi untuk terus berusaha lebih baik lagi.Karena Tontowi masih muda, yang masih punya kesempatan untuk bermain di Olimpiade Brasil 2016, mungkin dengan Liliyana mungkin juga tidak. Liliyana berharap nanti Tantowi bisa lebih baik dari permainan yang ada saat ini.

Usai Olimpiade London, Tontowi/Liliyana diberikan waktu libur latihan untuk beristirahat dan menenangkan diri. Olimpiade sangat menyita waktu, pikiran dan tenaga para pemain, untuk itu dibutuhkan rehat sejenak agar keduanya dapat kembali berlatih dan mempersiapkan diri ke turnamen selanjutnya seperti China Masters Super Series dan Denmark Open Super Series Premier 2012.(VR)
Info Tambahan
Lilyana mengaku dia sempat berhenti sekolah dan menganggap keputusan itu sebagai “pilihan berat” buat orang tuanya dan dirinya sendiri. Ketika itu usia Lilyana 12 tahun. Berarti dia baru saja lulus sekolah dasar.

Dan ketika dia memutuskan berhenti sekolah, ada sebagian keluarga besarnya menyesalkan keputusan itu. Tetapi Lilyana bertekad untuk seratus persen menekuni dunia bulutangkis. Dan itu artinya dia harus berhenti sekolah.

Selain itu Lilyana sempat bermain di ganda putri berpasangan dengan Vita Marissa, namun sang pelatih Richard Mainaky menawarinya bermain di ganda campuran. Dia lantas dipasangkan dengan Nova Widianto, semenjak 2004.

Rupanya, pilihan sang pelatih itu tidak salah. Buktinya, setahun kemudian, mereka meraih juara ganda campuran pada kejuaraan dunia di Amerika Serikat (2005).
Biografi Singkat
Berawal dari halaman rumahnya di Menado, Sulawesi Utara, Butet mulai berkenalan bulutangkis.Dia memang tumbuh dalam keluarga yang mencintai bulutangkis. Bersama kakak serta sang ibu, sejak umur 9 tahun, Lilyana kemudian belajar mengayunkan raket.

Lilyana berlatih hampir saban hari ketika sang pelatih menyebutnya berbakat. Melihat keseriusan putrinya, sang ibu, Olly Maramis, kemudian mendaftarkan Butet 'kecil' ke klub bulutangkis setempat, PB Pisok Menado.

Dalam perjalanannya, kalimat “anak ibu berbakat” akhirnya dilontarkan sang pelatih kepada ibunya, melihat penampilan Lilyana kala itu.

Dan, seperti menapaki tangga prestasi yang lebih tinggi, ketika usianya memasuki 12 tahun, Lilyana – atas keinginan pribadi dan dorongan keluarganya – akhirnya bergabung dengan klub bulutangkis Tangkas Alfamart, di Jakarta.

Jauh dari orang tua, pengalaman mandiri pada usia muda yang dilaluinya, kelak diakui oleh Lilyana ikut membentuk karakternya dalam bertanding.

Lilyana merupakan anak bungsu dari pasangan Beno Natsir dan Olly Maramis. Dia memiliki seorang kakak perempuan yang bernama Calista Natsir. Sejak duduk di sekolah dasar, Lilyana sudah bergabung dengan klub bulu tangkis Pisok, Menado. Pada tahun 1997, Lilyana yang berusia 12 tahun diterima masuk di PB Tangkas, Jakarta.

Tetapi prestasi terbanyak ia dapatkan dari ganda campuran dan ia peringkat 1 dunia bersama Nova Widianto, dan berada diperingkat 9 di dunia, Ia juga sempat dinobatkan sebagai atlet putri terbaik 2007.

salah satunya pertandingan paling bergengsi yang ia menangkan adalah Medali Perak di Olimpiade Beijing 2008 selain koleksi medali lainnya dari ajang Sea Games dan Open Series
Karya• 3 Oktober 2011- Ranking 2 Di Dunia Bersama Tantowi Ahmad
• 15 Juni 2006- Ranking 1Di Dunia
PenghargaanGanda Putri
• 2008- Juara Indonesia Open SS (bersama Vita Marissa)
• 2007- Juara SEA Games, Juara China Masters Super Series (bersama Vita Marissa)
• 2003- Medali Perak SEA Games (bersama Eny Erlangga)

Ganda Campuran
• 2011 : Juara India Superseries (bersama Tantowi Ahmad), Juara Malaysia GP Gold (bersama Tantowi Ahmad), Juara Singapura Superseries (bersama Tantowi Ahmad), Runner-up Indonesia Open Superseries Premier 2011 (bersama Tantowi Ahmad), Semi final Yonex BWF World Championships 2011 (bersama Tantowi Ahmad), Perempat final Bankaltim Indonesia Open GP Gold 2011 (bersama Tantowi Ahmad)
• 2010: Juara Malaysia Open GP Gold (bersama Devin Fitriawan Lahardi), Juara Macau Open GP Gold, Indonesia GP Gold, Runner-Up Chinese Taipei GP Gold (bersama Tantowi Ahmad)
• 2009: Perempat final CHINESE TAIPEI GRAND PRIX GOLD 2009 (bersama Muhammad Rijal), Juara Malaysia Open Super Series, Juara Perancis Open Super Series 2009 (bersama Nova Widianto)
• 2008: Medali perak Olimpiade Beijing 2008, Runner-up All England Opean Super Series 2008, Runner-up Kejuaraan Asia 2008(bersama Nova Widianto)
• 2007: Juara Dunia, Juara SEA Games, Juara Philipina Open, Juara Hong Kong Open Super Series (bersama Nova Widianto)
• 2006: Juara Asia, Juara Singapore Open, Juara Taiwan Open, Juara Korea Open (bersama Nova Widianto)
• 2005: Juara Dunia, Juara SEA Games, Juara Indonesia Open (bersama Nova Widianto)
• 2004: Juara Singapore Open (bersama Nova Widianto)
• 2002: Juara Asia Yunior (bersama Markis Kido)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar